Betawipos, Jakarta – Dalam rangka pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat terus melakukan pembenahan dan perbaikan Pelayanan Publik guna untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Menurut Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum), Nur Winardi, untuk menuju zona Integritas WBK, harus dimulai dari diri sendiri dengan diawali perubahan mindset atau pemikiran yang membentuk kebiasaan berpikir.

“Kami yakin dengan mindset seperti itu kita pasti dapat mewujudkan program pembangunan zona integritas menuju WBK yang diharapkan,” ujar Nur Winardi pada wartawan Betawipos usai acara tatap muka dengan seluruh jajaran Kejari Jakpus, Rabu (18/11/2020).

Nur mengatakan, untuk meraih predikat WBK tersebut, pihaknya menunjukkan bukti komitmen dan konsisten untuk selalu melakukan perubahan dan perbaikan yang harus dilakukan bersama sama dengan tetap bekerja keras serta menjaga integritas guna menghindari kebiasaan-kebiasaan lama.

“Kami meyakini, dapat mewujudkan program pembangunan zona integritas menuju WBK asal kita selalu bekerja keras dan tetap berkarya untuk melakukan inovasi perubahan secara berkelanjutan. Hal ini penting karena kita juga harus tetap menunjukan nilai yang positif, ” ujarnya.

Sementara itu, Seperti yang disebutkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat, Riono Budisantoso, pada acara deklarasi pencanangan dan penanda-tanganan bersama beberapa waktu lalu, penerapan zona bebas dari korupsi itu adalah salah satu formulasi yang dipandang tepat untuk menumbuhkan dan meningkatkan wibawa serta citra Kejaksaan.

“Pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dengan diiringi pelaksanaan reformasi birokrasi Kejaksaan secara sunggug sungguh dan konsekuen diharapkan akan mampu menghadirkan aparatur Kejaksaan yang handal dan professional dalam memenegakkan supremasi hukum,” kata Riono.

Seperti diketahui, dalam acara yang bertema ‘Kejari Jakarta Pusat menuju WBK 2020’,  yang  dilaksanakan sesuai dengan  mematuhi protokol kesehatan, pada  Rabu (18/11/2020).

Nur Winardi berharap, dengan momentum ini Kejari Jakarta Pusat ke depannya akan lebih baik lagi, terutama dalam pemulihan kepercayaan publik.    (Acil).