Betawipos, DIY – Universitas Gajah Mada (UGM) memperkenalkan teknologi riset dan inovasi dalam penanganan COVID-19. Hal itu disampaikannya pada kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat (17/07/2020).

Dalam kesempatan itu, Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng.,IPU,ASEAN Eng memperkenalkan Ventilator V-01, alat bantu pernapasan ICU dan berkategori high perfomance. Ventilator karya anak bangsa ini sifatnya adaptif dan sangat menyesuaikan kondisi pasien Covid-19.

Selain itu ada juga Ventilator R-03, yang sifatnya emergency dan transport dengan berbasis menggunakan bag valve mask. Alat ini berfungsi sebagai invasive dan non invasive ventilator.

UGM juga memperkenalkan Thermal Gate Scanner, alat pengukur suhu tubuh dengan pemindai wajah tanpa bersentuhan secara fisik hingga jangkauan 2 meter di depan alat. Alat ini dilengkapi fitur pendeteksi wajah dan fitur penggunaan masker.

Begitu juga dengan RI-GHA19, alat deteksi cepat Covid-19 yang hasilnya dapat diperoleh dalam 10-15 menit tanpa membutuhkan alat tambahan atau tenaga terlatih. Alat ini fleksibel dan telah melalui uji laboratorium terhadap sampel orang Indonesia sehingga sensitivitas dan spesifitasnya sangat andal dan teruji.

UGM berharap alat riset dan inovasi untuk penangan covid tersebut bisa dikembangkan dan digunakan di masyarakat luas dan terkhusus di Rumah Sakit seluruh Indonesia.

“Memohon kepada Komisi IX agar inovasi dan riset ini mendapat bantuan dari pemerintah dalam mengembangkannya agar bisa digunakan kepada masyarakat dan khususnya di seluruh Rumah Sakit” ujarnya di Balairung UGM.

Sementara politisi PDI Perjuangan Abidin Fikri menyebut, kunker ke UGM selain menjalankan fungsi Pengawasan berkaitan dengan Penanganan Covid-19 di RSUP dr. Sardjito. Dirinya  juga ingin mengadu ke UGM berkaitan dengan belum ditemukannya vaksin Covid-19.

“Kami datang kesini ingin mengadu Pak Rektor, kita semua tidak tahu pasti kapan pandemik Covid-19 akan berakhir. Saya yakin disini banyak para ahli yang dapat melakukan riset secara khusus berkaitan dengan virus corona, tanpa ditemukannya vaksin, keadaan akan terus seperti ini. Walaupun dilaksanakannya protokol kesehatan tidak akan memulihkan keadaan, hanya dengan ditemukannya vaksin Covid-19 keadaan bisa pulih kembali.” tegasnya pada wartawan termasuk Betawipos.

Selanjutnya Dekan Fakultas Farmasi UGM Prof. Agung Endro Nugroho, menyampaikan melalui Fakultas Farmasi  juga telah melakukan riset dan inovasi tentang Vaksin untuk melawan Covid-19.

“Kami berharap dari Fakultas Farmasi yang sudah bekerja sama dengan Kimia Farma dalam riset dan inovasi membuat vaksin untuk melawan Covid-19” katanya.

Abidin menyampaikan Komisi IX DPR RI melalui kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional akan berjuang untuk meningkatkan Anggaran Riset dalam APBN 2021.

“Saatnya kita mulai bangkit bahwa Pembangunan Nasional harus berbasis Riset. Oleh karena itu Anggaran Riset Bidang Kesehatan harus ditingkatkan,  agar bangsa Indonesia mandiri di sektor kesehatan, masak kita harus tergantung terus dengan produk inpor baik obat-obatan dan alat kesehatan.” ujarnya. Wer