Betawipos, Surabaya – Maraknya bencana alam seperti di Kalimantan Selatan dan Sulawesi di awal tahun membuat hati para Kicau Mania Jawa Timur tergerak untuk merapatkan barisan. Bertempat di kediaman Rohman, Sidoarjo mereka berkumpul untuk membentuk kepengurusan guna memudahkan koordinasi, Rabu malam (27/1). Dalam rilis yang diterima Betawipos, disebutkan jika terbentuknya Kicau Mania Jatim ini sebagai gerakan aksi sosial.

“Ini murni dari kita semua, nantinya bantuan yang terkumpul akan di berikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” papar Taufiq yang ditunjuk sebagai Ketua Kicau Mania Jatim Peduli.

Penggalangan donasi dilakukan secara on the spot di beberapa gantangan wilayah kota Surabaya dan Sidoarjo selain itu juga bisa transfer via rekening bank. “Hasil pengumpulan donasi pertama ini akan di salurkan kepada masyarakat terdampak bencana alam di Kalimantan Selatan dan Sulawesi” sambung abah Udin.

Terhitung mulai Rabu malam telah terkumpul donasi sebesar Rp. 2.500.000,- dari para donatur dan terus bertambah. “Tim Volunteer Kicau Mania Jatim Peduli akan terjun langsung di beberapa lokasi gantangan sehingga mempermudah para kicau mania yang ingin berdonasi dalam gerakan aksi sosial kemanusiaan Ini. Kedepannya bisa kontinyu untuk terus berbagi terhadap sesama, ” pungkas Taufiq.

Susunan Pengurus Kicau Mania Jatim Peduli :
Ketua : Taufiq Wibisono
Wakil : Suratno
Seketaris : Agung Budhie
Bendahara 1 : Agus Bali
Bendahara 2 : Abah Udin
Korlap : Rohman Klewer, Bonjol, Wahyu MMS, Antok Mahkota, Wahono NC, Towak, Putu, Fuad RKN, Mamad Mabes, Abi Wawan, dan Benny PMBS.
Rekening Donasi :
Bank Mandiri : 14200 15866 949 (Hardianto)
Bank BCA : 0180 6244 65 (Agus Hidayat)
Informasi Kicau Mania Jatim Peduli : Taufiq Wibisono (0889-9696-9709)

Seperti diketahui, awal tahun ini Indonesia didera berbagai bencana alam terjadi di sejumlah daerah. Bencana alam seperti banjir, longsor, gunung meletus, hingga gempa bumi merenggut banyak korban jiwa. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan, sembilan puluh delapan persen kejadian bencana dipicu oleh faktor hidrometeorologi.

“Dampak yang dihasilkan adalah banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem dan gelombang laut,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB Raditya Jati.

Di samping bencana hidrometeorologi, banyak kejadian bencana di Indonesia yang disebabkan oleh faktor geologi. Misalnya seperti gunung meletus, gempa bumi, serta gempa bumi yang berimbas pada munculnya gelombang tsunami. Jat