Betawipos, Jakarta – Aktor A. Rahman Yacob mengaku bangga dengan bekas almamaternya Institut Kesenian Jakarta. Kebanggannya tersebut disampaikan saat ulangtahun IKJ ke 51 (26/05/21) lalu.

“Selamat ulang tahunmu yang ke 51 tahun IKJ. Aku tak memberi kado padamu, kecuali doa semoga engkau panjang umur dan tetap terus cantik dan tampan, amin,” katanya pada Betawipos.

Rahman Yakob mengisahkan, pada tahun 1980 masuk kuliah di IKJ, bersama puluhan Mahasiswa Teater. Tiga diantaranya yang masih aktif hingga kini di Teater, Film dan sinetron adalah Deddy Mizwar dan Joserizal Manua.

“Lima tahun kemudian ketika usiamu lima belas tahun saya lulus TSD ( tahap studi dasar ) nama sarjana lokalnya IKJ setahap D3. Saya bangga. Baru itulah program Studi di IKJ kala itu,” paparnya.

Setahun kemudian Rahman Yakob diangkat jadi staf pengajar. Sambil mengajar dirinya terus berkeinginan belajar dan sekolah. Saat IKJ membuka program D4 yang dikenal dengan nama TSA ( Tahap Studi Keahlian) dirinya segera mendaftarkan diri.

“Beberapa tahun kemudian, saya dan Fran Joseph Ginting, senior saya dapat menyelesaikan Tahap Studi ke Ahlian itu. Lalu setelah itu, IKJ membuka perogram untuk menyelenggarakan ujian Sarjana Muda Negara,  saya segera mendaftarkan dan ikut ujian Negara untuk Sarjana Muda dan lulus, saya di beri gelar BA/Amd,” katanya.

Saat IKJ membuka program S1 dirinya segera mendaftarkan diri.
Beberapa tahun kemudian Rahman menyelesaikan S1 di IKJ. Dalam upacara wisuda, Rahman mengaku bahagia dan merasa haru saat namanya dipanggil. Sampai-sampai dirinya memekik kencang membuat suasana menjadi hening. Sepanjang jalan menuju ke depan melewati para wisudawan yang duduk rapi, dirinya melafas puisi spontan.

“Setelah delapan belas tahun menunggu, aku jadi sarjana. Ibu bapakku tidak menyaksikan peristiwa ini, Tapi anak istriku, guru2ku, teman2ku menyaksikan peristiwa ini. Aku bangga,” katanya menyebutkan puisi tersebut.

Persis di akhir kalimat Rahman sampai di hadapan Rektor IKJ, Adi Mursyid. Rektor menyalami dengan senyum yang tulus dan memindahkan benang toganya. Riuh sorak sorai membuat matanya berkaca2.

“Aku ingin sekali tau apa syair yang kucelotehkan tadi, tapi saya lupa.
Beberapa minggu kemudian celotehan saya itu dimuat di majalah TEMPO dan aku segera menghapalnya. Sejak saat itu dibelakang namaku, gelar itu di sematkan A. Rahman, S.Sn,” kenangnya.

Empat hari dalam seminggu dirinya mengajar untuk tiga mata kuliah. Sekarang untuk dua mata kuliah. Tapi Rahman terus belajar di samping mengajar.

Ketika IKJ membuka Program Strata dua, Rahman kembali mendaftarkan diri. Dua tahun kemudian dirinya dapat menyelesaikan S2 juga di Kampus IKJ.

“Di sematkanlah gelar itu di belakan nama saya A. Rahman, S.Sn., M.Sn,” ujarnya.

Menunggu Program S3 tak kunjung datang di IKJ, sementara keinginan belajar dan terus belajar membuat dirinya  ikut pasca sarjana di Jayabaya mengambil S2 Komunikasi. Begitu selesai, disematkanlah gelar di belakang namanya, A. Rahman, S.Sn., M.Sn., M.I.Kom.

“Diluar sana banyak sekali sarjana2mu yang sudah berkiprah dalam banyak kegiatan di masyarakat dan mereka sangat membanggakanmu IKJ, Seni Rupa, Musik, Teater, Tari dan Sinematografi. Kepadamu wahai para sarjana yang melanglang buana mengharumkan nama mu IkJ wajib kau ucapkan terima kasih sedalam dalamnya wahai para pendekar Seni,” paparnya.

Kini IkJ sudah 51 tahun. Di masa itu sudah 41 tahun dirinya belajar. Sementara 35 tahun pengabdiannya sebagai Dosen Tetap. Karena itulah ia persembahkan karya lebih dari 600 judul sinerton dan lebih dari 1300 episode Streeping yang pernah dimainkan. Satu kali nominasi FFI dan satu kali Nominasi Festival Vista.

“Sudah tua juga umurmu, tapi aku lebih tua lagi. Aku mungkin Akan segera beristirahat, tapi engkau wahai IKJ harus terus memeluk tiap generasi dan utamanya generasi mendatang, sampai mereka merasakan. Sebuah Persaudaraan dengan Kelembutan dan ke Indahan Budi Pekerti dan mengantarkan mereka menjadi penjaga gawang budaya bangsa,” katanya.

“Selamat ulang tahun IKJ. Saya bangga dan mencintaimu,” pungkas Rahman Yakob. Red