Betawipos, Karanganyar – Di era yang semakin maju ini, seorang pengajar atau guru cakap dalam menulis artikel maupun essai. Dengan keahlian menulisnya itu, seorang guru kelak akan mampu menciptakan karya tulis yang bisa menjadi panduan dan kajian kalangan akademisi lainnya.

Untuk menjawab tantangan itulah, Komunitas Guru Mengajar Untuk Nusantara (GUMUN) bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan Solopos menggelar Diklat Daring Gumun Menulis 1000 Esai secara virtual melalui aplikasi Freeconferencecall. Dalam pembukaannya, kegiatan tersebut berhasil menyita perhatian sebanyak 902 peserta. diklat. Kegiatan spektakuler semarak akhir tahun ini juga diikuti sebanyak 80 Instruktur penulisan esai dari berbagai profesi seperti guru, dosen, mahasiswa atau umum senusantara.

Menurut Sri Wahono, S.Pd. selaku Ketua Umum komunitas Guru Mengajar Untuk Nusantara, kegiatan ini merupakan kelanjutan diklat sebelumnya, yakni penulisan artikel yang telah menghasilkan 88 artikel dan sudah terpublish di jurnal nasional akreditasi maupun internasional. Diklat kali ini diadakan selama 2 minggu secara daring dengan pembekalan dari narasumber pakar esai. Diharapkan, dengan jumlah peserta yang fantastis ini akan menelurkan esai yang siap dipublikasikan di media massa.

“Para narasumbernya ada Bapak Dr. Tirto Suwondho, Bapak Dr, Ganjar Harimansyah, M.Hum dan Bapak Ichwan Prasetyo. Kegiatan ini pun akan mendapatkan penugasan dan pendampingan terstruktur dari Instruktur,” kata Sri Wahono seperti dikutip Betawipos, Minggu (21/12/20).

Dirinya berpesan agar peserta sejumlah 902 ini bisa semangat menyelesaikan tugasnya dalam menulis essai sehingga karya peserta ini nantinya bisa dibukukan menjadi karya fenomenal guru se-nusantara abad ini. Kegiatan ini pun disambut baik dan positif oleh pihak klien dan sponsor.

Bahkan, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan Direktur Bisnis Harian Solopos, Dr. Ganjar Harimansyah, M.Hum memberikan apresiasi kepada panita penyelenggara dan siap memfasilitasi kegiatan publikasi ilmiah. Ganjar berpesan, agar kegiatan ini dapat terus diadakan guna meningkatkan kualitas guru dalam publikasi ilmiah. Dirinya mengutip sebuah pepatah Imam Al-Ghazali yang menyiratkan bahwa menulis dapat membuat seseorang dikenal dunia dan memberikan manfaat dalam kehidupan sehari –hari.

“ Kalau engkau bukan anak raja dan juga bukan anal ulama besar, jadilah penulis.” kata Ganjar.

Sementara Bapak Suwarmin selaku perwakilan Solopos mengatakan, diklat ini akan menjadi hal yang positif jika ditekuni. Pihak Solopos siap menyediakan ruang untuk esai terbaik untuk dipublikasikan di harian Solopos.

“Tidak hanya itu, untuk esai peserta yang memenuhi kriteria kelulusan akan dibukukan dan diterbitkan berISBN,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, merchandise menarik dari berbagai pihak sponsor seperti BBPBJTm Solopos Institute, RRI Surakarta, Big Company, deepublish dan Detetktif Tabloid. Begitu juga dengan Dunia Pendidikan, Surat Kabar Halo Sriwijaya, Tribun Post, dan Publikasi Ilmiah pun akan didapatkan peserta yang esainya memenuhi kriteria. Gum