Betawipos, Malang – Kepedulian Keluarga aktifis ’98 Bimo Petrus terhadap rakyat yang didera pandemi Covid-19 rupanya masih tinggi. Arie Priambodo, adik Bimo Petrus yang hingga kini tak tentu rimbanya lantaran diculik di era Orde Baru itu menaruh perhatian besar terhadap masyarakat yang terdampak pandemi. Arie Priambodo banting setir berjualan nasi bungkus Sego Gabut di depan gang rumahnya di Malang, Jawa Timur. Harga yang dipatok pun tergolong murah meriah yakni Rp 5 ribu per bungkus.

Menurut Winuranto Adhi alias Wiwin, langkah tersebut ia lakukan setelah ladang pekerjaannya di sektor pariwisata terkena dampak dari pagebluk ini. Seperti kakaknya, lanjut mantan aktifis ’98 itu, Arie juga memiliki kepedulian terhadap perjuangan masyarakat kecil yang sangat merasakan dampak pandemi kali ini.

“Untuk sementara, belum ada lagi wisatawan yang bisa ia handle untuk pelesir ke Batu, Bromo, Bali atau ke mana saja,” kata Wiwin pada Betawipos, Minggu (19/04/2020)

Wujud kepedulian Arie Priambodo, adik Bimo Petrus, aktifis ’98 yang dihilangkan rezim Orde Baru terhadap masyarakat kecil korban pandemi Covid-19

Dalam situasi seperti sekarang ini, tentu berdiam diri bukanlah solusi. Bersama istri yang pandai memasak, Arie memilih berjualan nasi bungkus murah meriah bagi mereka yang masih harus berjuang untuk mencari nafkah.

Sego Gabut adalah perjuangan saling bantu rakyat kecil yang terkena dampak Covid-19. Para karyawan yang gajinya dipangkas, pekerja harian lepas, pedagang pasar, atau ojek online yang terus bekerja meski pendapatannya jauh berkurang.

Dengan makan murah, para pejuang ini tetap bisa menjaga stamina saat mencari nafkah. Kepada mereka yang tetap berjuang di tengah wabah, gerakan ini digulirkan.

“Ayo, kita dukung kawan Arie di Malang dengan cara membeli nasi yang dijualnya. Selanjutnya, nasi tersebut bisa kita bagi-bagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” lanjut Wiwin.

Secara teknis, Arie akan mengatur pendisitribusiannya. Bagi yang ingin berkontribusi bisa memesannya langsung di nomor HP 081230407650.

“Salam solidaritas di tengah wabah!,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 kali ini cukup dirasakan dampaknya di segala bidang. Di sektor pendidikan, sekolah-sekolah terpaksa meliburkan siswanya dan belajar secara online. Di sektor olahraga dan entertainment, banyak event-event pertandingan dan pertunjukkan yang dibatalkan. Yang cukup dirasakan dampaknya adalah sektor ekonomi dan industri yang memaksa sejumlah perusahaan gulung tikar dan mem-PHK karyawannya. Akibatnya, angka pengangguran dan kriminalitas kian meningkat. Tentu saja hal itu turut mendongkrak angka kemiskinan di sejumlah negara termasuk Indonesia. Win