Betawipos, Karimunjawa – Kayu Setigi dan Jawara Betawi seolah dua hal yang tak bisa dilepaskan. Di setiap adegan perfilman yang mengangkat cerita jawara Betawi, seringkali kita menyaksikan si tokoh mengenakan gelang maupun kalung kayu warna hitam yang dikenal sebagai kayu setigi. Bukan hanya itu, terkadang golok yang dipakai menggunakan kayu setigi untuk gagang dan sarungnya.

Mungkin masih sedikit masyarakat yang mengenal dan pernah mendengar istilah kayu setigi. Kayu setigi merupakan jenis kayu yang bisa ditemui tumbuh di pantai selatan Jawa. Jenis kayu ini merupakan jenis kayu yang katanya sudah hampir punah. Kayu ini sendiri memiliki nama lain santiki, suntugi, mentigi, ataupun mantiggi.

Selain berada di Indonesia, Betawipos mencatat, kayu setigi ini juga dapat ditemui di pesisir Asia selatan dan Asia Tenggara, seperti singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, Sri Lanka, dan juga pesisir Australia bagian utara.serta kepulauan Pasifik, seperti Mikronesia, Fuji, Guam, Kaledonia. Selain itu pohon setigi juga dapat ditemui di daerah Afrika TImur, seperti Maladewa dan Tanzania.

Kayu stigi adalah kayu yang banyak dikenal masyarakat sebagai kayu dengan kekuatan magis. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang menjulukinya sebagai Raja Kayu bertuah. Kayu stigi ini mempunyai ciri – ciri keras, kuat dan juga dinamis.

Pohon stigi memiliiki tinggi kurang lebih setinggi 4 meter dari permukaan tanah dengan batang yang berkelok – kelok. Percabangannya terlihat tidak teratur.

Tasbih dari kayu setigi

Sebagai jenis kayu yang sudah hampir punah, maka sudah pasti kayu stigi ini masuk ke dalam salah satu komoditi yang dilindungi pemerintah. Untuk memperolehnya tidak bisa asal tebang seperti pohon kebanyakan, tapi harus memiliki surat khusus dan tujuan tertentu yang jelas manfaatnya.

Secara umum, jenis kayu stigi ini dapat terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :

Setigi Darat

Pada umumnya stigi darat memiliki ciri sebagai berikut : Berwarna hitam
Tekstur kayu yang keras dan kasar

Stigi darat, warna dari stigi darat ini lebih gelap dan akan semakin gelap jika dihimpit oleh benda – benda keras. Stigi darat mempunyai tekstur yang lebih kasar dengan pola warna yang tidak merata. Biasanya setigi darat hidup di daratan yang tandus dan berbatu, karena habitatnya yang keras dan terus diburu maka setigi darat lebih langka daripada setigi laut.

Stigi darat saat ini masih dapat ditemui di pulau Bengkoang dan pulau Kembar yang terletak di gugusan kepulauan Karimun Jawa, Jepara. Bahkan sampai saat ini Jepara masih menjadi penghasil setigi terbaik di Indonesia.

Stigi Laut

Pada umumnya, stigi laut memiliki ciri – ciri sebagai berikut : Berwarna coklat tua dan tumbuh di pesisir pantai.

Pohon stigi laut tumbuh dengan baik di daerah pantai, warna dari pohon ini adalah coklat tua. Ada keanehan terdapat pada pohon ini yaitu setiap kayu dari pohon stigi laut ini, apabila disentuh dengan tangan, warna kayunya akan semakin tua dan menghitam. Pohon stigi yang masih muda mempunyai warna kayu putih kekuningan, namun seiring umur pohon bertambah maka akan berubah menjadi coklat tua.

Kedua jenis kayu stigi tersebut sesuai dengan habitat tempat tinggalnya, yaitu darat dan laut. Walaupun demikian, kayu setigi merupakan jenis kayu yang mampu tumbuh pada dataran yang berpasir tanah yang padat, tanah yang tandus, tanah rawa, berkapur, maupun daerah pantai. Selain itu, masih ada banyak istilah – istilah lain yang menggambarkan jenis kayu setigi.

Kayu setigi sendiri memiliki satu keunikan yang cukup menarik, yaitu batang kayunya yang dapat tenggelam di dalam air, walupun hanya secuil kecil saja. Kayu yang memiliki nama latin Pemphis Acidula ini memiliki kayu yang padat dan tidak berongga sehingga dapat tenggelam di dalam air laut sekalipun.

Senjata golok bergagang kayu setigi kerap diyakini membawa kekuatan magis tersendiri bagi pemiliknya

Apa saja Manfaat Kayu Setigi?

Kayu setigi merupakan jenis kayu yang sering dicari oleh masyarakat Indonesia, maka dari itu saat ini kehidupannya sudah terancam punah dan sedang berada dalam perlindungan pemerintah Indonesia. Sebenarnya, mengapa kayu setigi ini banyak dicari orang? Apa saja manfaat dan khasiat dari kayu setigi ini?

Pada dasarnya, manfaat dan khasiat yang diperoleh dari kayu setigi ini adalah manfaat yang masih bersifat sugestif, mistis, supranatural dan sifatnya adalah metafisik, sehingga cukup sulit menentukan apakah benar kayu stigi ini memiliki manfaat untuk kita. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari kayu stigi :

  1. Sebagai sumber kekuatan supranatural pada pemiliknya.
  2. Dapat melupuhkan orang yang berniat jahat
    Memberikan kekebalan dan kekuatan tubuh
  3. Sebagai media pengasihan
  4. Meningkatkan wibawa dan karisma dari pemiliknya
  5. Penangkal ilmu hitam
  6. Dapat menyerap bisa dan racun yang dihasilkan oleh binatang,
  7. Menangkal energy negative yang mengarah ke tubuh
  8. Membawa rejeki
  9. Menambah kepercayaan diri
  10. Meningkatkan pamor dan gengsi pada pemiliknya.
  11. Dipercaya dapat menyembuhkan penyakit reumatik
  12. Menghindari kesialan dan membawa nasib yang baik.

Untuk memaksimalkan efek magis dan supranatural dari kayu stigi ini, biasanya para pemilik kayu stigi akan membuat aksesoris dan kerajinan tangan yang bisa dijadikan benda koleksi ataupun digunakan untuk keperluan sehari – hari , seperti :

Tasbih
Cincin
Mata cincin ( batu akik )
Gelang
Tongkat
Gagang keris dan senjata tajam seperti pedang dan pisau atau belati
Sarung dari senjata
Sebagai pipa rokok.

Terlepas antara mitos atau fakta, masih banyak masyarakat yang meyakini kekuatan maupun khasiat kayu setigi bagi pemiliknya. Walahualam… (berbagai sumber)