Betawipos, Jakarta – Salah satu megaproyek Maluku, Blok Masela – Tanimbar yang digadang-gadang mampu memberikan devisa bagi masyarakat mulai redup. Hal itu seiring melemahnya perekonomian dunia akibat pandemi yang berkepanjang dan diperkirakan sampai akhir 2021. Tentu hal ini berimbas pada kemampuan ketersediaan modal oleh pemerintah maupun swasta yang akan diinvestasikan ke megaproyek tersebut.

Beban investasi megaproyek ini memberikan nilai cukup besar dan memerlukan berbagai dukungan infrastruktur yang memadai guna mendorong percepatan proses produksi. Dana yang akan digunakan dalam mega proyek Blok Masela ini pun dalam tahap pembahasan di tingkat pemerintah pusat.

Dari perspektif peluang usaha dan terbukanya kesempatan dan lapangan kerja baru inilah, katong yang berada di Maluku wajib mempersiapkan segala kebutuhan ekonomi yang diperlukan, seperti ketersedian sandang pangan, papan agar menunjang kebutuhan para pekerja yang cukup banyak diserap proyek tersebut.

Menyikapi dinamika di masyarakat terhadap adanya rencana mega proyek tersebut Ketua Umun Maluku Satu Rasa (M1R) Salam Sarane, Yopi Patty mengadakan pertemuan dengan Jacobus Timisela selaku Inspektorat V – Inspektorat Jenderal Kementrian ESDM, Sabtu (6/3/2021) di Jakarta. Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Pengurus DPP M1R salam sarane mendapat sambutan hangat dan wejangan guna membangun Maluku dengan berbagai peluang kesempatan yang sudah terbuka luas bagi katong masyarakat Maluku.
Yopi berpendapat, dengan adanya rencana megaproyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Maluku.

“Masyarakat Maluku yang berada di sekitar megaproyek wajib mendapatkan dampak positif dari hadirnya Blok Masela di daerahnya. Ketersediaan bahan makanan harus disiapkan oleh warga masyarakat Maluku sebagai bagian yang terintigrasi dalam mengisi pembangunan mega proyek minyak Blok Masela,” harap Yopi Patty. L melalui rilis yang diterima Betawipos.

Hal senada juga disampaikan Sekjen DPP M1R salam sarane Maun Sangadji. Menurutnya, kesempatan seperti inilah yang perlu katong segera bebenah diri dan mengambil bagian dalam berproses menyiapkan berbagai kebutuhan ekonomi yang diperlukan.

“Peluang ini, jangan kita sia-siakan karena akan sangat merugikan katong masyarakat Maluku jika tidak siap menyongsong peluang emas di depan mata,” ujar Sekjen DPP M1R.

Dirinya berharap, Pemprov Maluku dan Kab. Kepulauan Tanimbar wajib mendorong dan mendidik masyarakat guna menerima perilaku dan kebiasaan baru dalam kehidupan masyarakat di daerahnya.

“Perda dan aturan main harus disiapkan guna melindungi seluruh asset Maluku. Inilah esensi dari sebuah nilai ekonomi yang ditunggu-tunggu masyarakat Maluku guna meningkatkan perekonomian daerah Maluku,” tutupnya.

Pemeliharaan kamtibmas juga menjadi prioritas dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pekerja dan asset nasional, sehingga katong masyarakat Maluku secara keseluruhan wajib menjaga dan memelihara sikon yang kondusif dan tetap menjaga/menjamin kamtibmas di wilayah produksi khususnya dan Maluku pada umumnya.

Dalam kesempatan lain, saat pengurus DPP M1R salam sarane bersilaturahmi dengan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Bapak Kombes Pol. Yusri Yunus pada Selasa (9/3/2021) di Jakarta. Yusri Yunus memberikan arahan agar masyarakat Maluku yang berada di Ibukota selalu mampu bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Hal itu guna sama-sama menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat dimanapun berada di wilayah kerja Polda Metro Jaya. Nim