Betawipos, Bogor – Kejaksaan Negeri Bogor menyerahkan sepenuhnya mekanisme sidang Rizieq Shihab menyusul pelaksanaannya yang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, dalam waktu dekat. Kejari Bogor siap memberikan support yang dibutuhkan selama persidangan nantinya.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Bogor, Juanda mengatakan, memang secara locus atau tempat terjadinya tindak pidana salah satunya berada di wilayah Kejari Bogor. Namun untuk melaksanakan fatwa Mahkamah Agung, ketiga berkas perkara pimpinan Front Pembela Islam itu akhirnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

“Informasi yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan persidangan HRS seutuhnya disampaikan Pak Kapuspenkum. Jadi kami di daerah ini ibaratnya kebagian supporting kebutuhan-kebutuhan persidangan yang dibutuhkan dalam perkara tersebut,” katanya saat ditemui Betawipos, (09/03/21) siang.

Menurutnya, materi persidangan kali ini sama seperti persidangan-persidangan yang lainnya menyangkut dakwaan, pledoi, replik dan duplik atau tanggapan para saksi. Kejari Bogor juga siap menyampaikan surat undangan untuk para saksi yang dibutuhkan keterangannya nanti.

“Sama seperti proses persidangan pada umumnya mulai materi dakwaan, pledoi dari penasehat hukum atau terdakwa, tanggapan saksi. Paling nanti saksi-saksi dari Kabuppten Bogor mungkin nanti kita yang kasih surat panggilan. Didelegasikan ke kami proses pemanggilan saksi-saksinya nanti kita minta petunjuk dari Kejaksaan Agung,” katanya.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani persidangan itu nantinya merupakan gabungan ketiga locus perkara Rizieq Shihab. Meski demikian, susunan JPU itu sepenuhnya kewenangan pihak Kejagung.

“Nantinya bersama itu. Kita ya masuk dalam timnya. Tetep di kejaksaan agung sebagai leading sectornya. Jaksa dari sini pak Kasi pidum. Ada beberapa sih di sini saya juga lupa,” papar Juanda.

Sedangkan terkait pengamanan selama persidangan, pihak Kejaksaan juga sudah berkoordinasi dengan Kepolisian RI. Hal itu menyusul antisipasi massa pendukung Rizieq Shihab yang dikenal militan.

“Kalau ada pergerakan ya kita serahkan pihak kepolisian sebagai pelaksana tugas di Kamtibmas nanti. Itu sinergi kita dengan TNI/Polri untuk proses pengamanan pada saat proses persidangan. Termasuk antisipasi massa dari HRS dan sebagainya,” sambung Juanda.

Mengingat perkara persidangan kali ini melibatkan tokoh agama dengan massa pendukung besar, kemungkinan pihak kepolisian juga akan menyiapkan personil ekstra. Nantinya pihak Polda Metro Jaya yang akan menyiapkan personil pengamanannya.

“Iya kan wilayah mereka. Paling yang didatangkan dari Polda Metro dan juga Densus atau juga nggak tau ini kan. Kecuali kalau kita pelaksana kegiatannya di Kabupaten Bogor mungkin lain cerita. Terus sekarang sidang kan ndak boleh banyak-banyak ya. Kerumunan kan? Kita juga kadang-kadang melaksaakan virtual juga kan,” pungkas Juanda. red