Betawipos.com, Jakarta – Berkas perkara Tersangka Dede Rodiah Ernidiah telah dinyatakan lengkap alias P21 oleh Kejaksaan Agung RI. Hal itu terkait kasus dugaan Tindak Pidana penipuan, penggelapan, Pemalsuan, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)

“Berdasarkan informasi dari bidang pidana umum bahwa perkara atas nama Tersangka Dede Rodiah Ernidiah sudah dinyatakan lengkap atau P21. Sehingga penuntut umum tinggal menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti dari pihak Polisi,” tutur Kepala pusat penerangan hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI, Hari Setiyono di Kompleks Kejaksaan Agung, Selasa (18/8/20) malam.

Kapuspenkum Hari Setiyono, seperti dikutip Betawipos, kasus dugaan terjadinya Tindak Pidana Penipuan, Penggelapan, Pemalsuan, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang merugikan PT. Bank OCBC NISP mencapai Rp 315 Milyar yang dilakukan PT. Sumber Komoditi Abadi (PT.SKA) sebagai pemohon kredit atau debitur.

Dede Rodiah Ernidiah adalah sebagai Kuasa (Alm) Edi Idup yang mengatur pengelolaan dana Kredit PT SKA dari PT. Bank OCBC NISP, dimana hampir seluruh dana Kredit PT. SKA tersebut ditransfer ke Rekening Dede Rodiah Ernidiah di BCA, selanjutnya dipergunakan untuk berbagai tujuan yang menyimpang dari Tujuan Asal pencairan Kredit.

Selanjutnya, Pihak PT Bank OCBC NISP melalui kuasa hukumnya Syukur Restu E Marunduri melaporkan Direktur PT. SKA  Kuasa Direktur Utama Dede Rodiah Ernidiah serta principal Dirut yang berinisial EI (sudah meninggal).

Laporan dari pihak bank tertuang di nomor register : LP/288/III/2016/Bareskrim, tanggal 21 Maret 2016. Laporan polisi yang sudah lebih dari 4 tahun itu telah merugikan Bank OCBC NISP sebesar Rp.315 miliar pada tahun 2016.

Kasus ini berawal dari permohonan kredit. Namun, setelah disetujui permohonan kredit oleh pihak PT. Bank OCBC NISP ternyata tidak dipergunakan sesuai yang dimohonkan dalam permohonan pinjamanan  dana atau kredit.

Untuk mendapatkan kredit tersebut, pihak pemohon dalam hal ini PT SKA yang ditandatangani oleh para Direksi memberikan jaminan. Namun, ternyata jaminan yang diberikan PT SKA adalah Deliveri Order (DO) Gula, fiktif.

PT. Bank OCBC NISP sebelum membuat laporan di Bareskrim Mabes Polri telah berulang kali mengirim surat agar uang yang diterima PT SKA dikembalikan. Namun, pihak peruhasaan tidak mau mengembalikan uang kredit yang sudah diterima dan dipergunakan. (Acil).