Betawipos, Jakarta – Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo menyebut terduga teroris berinisial ZA yang melakukan penembakan di Mabes Polri merupakan lone wolf atau pelaku tunggal. Dari penyelidikan Kepolisian RI, pelaku berusia 25 tahun ini memiliki ideologi radikal ISIS.

“Pelaku ini berideologi radikal ISIS yang dibuktikan dengan postingan yang bersangkutan di sosial media. Tersangka ini mantan mahasiswa di salah satu kampus dberan drop out saat semester lima,” papar Kapolri seperti dikutip Betawipos dalam konferensi persnya.

Selain itu, lanjut Kapolri,dari barang yang dibawa pelaku juga ditemukan sejumlah atribut yang berkaitan dengan ISIS dan perjuangan jihad. Demikian halnya dengan informasi pihak keluarga yang menyebut bahwa ZA sudah menyiapkan surat wasiat dan sempat berpamitan kepada keluarganya.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan persnya

“Yang bersangkutan membawa map kuning di dalamnya membawa amplop bertuliskan kata tertentu. Dan yang bersangkutan memiliki Instagram yang baru dipostingnya dengan atribut bendera ISIS. Dan ada tulisan bagaimana perjuangan jihad. Dari penggeledahan rumahnya, petugas mendapatkan surat wasiat dan WAG keluarga yang bersangkutan sempat berpamitan,” katanya.

Kapolri menjelaskan, terduga pelaku penembakan mendatangi Mabes Polri melalui pintu belakang sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu mantan mahasiswa tersebut menanyakan keberadaan kantor pos yang oleh petugas di pos jaga dilayani dengan menunjukkan arahnya. Setelah mendapat informasi tersebut, warga Jalan Lapangan Tembak, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur itu sempat meninggalkan pos namun kembali lagi dan melakukan penyerangan.

“Pelaku melakukan penyerangan terhadap anggota di pos jaga dengan penebakan 6 kali. Dua kali tembakan ke anggota di pos, dua kali anggota di luar dan menembak lagi anggota di belakangnya. Terhadap tindakan tersebut dilakukan tindakan tegas terukur terhadap yang bersangkutan,” jelas Kapolri.

Polri Amankan 23 Terduga Teroris di 3 Tempat

Sementara itu, lanjut Kapolri Listyo Sigit Prabowo, pihaknya sudah mengamankan sebanyak 23 orang terkait aktivitas terorisme. Untuk kasus ledakan di Makassar, petugas sudah mengamankan 13 orang, 5 orang di Jakarta dan 5 orang di Bima.

“Kejadian bom di Makassar sampai hari ini sudah kita amankan 13 orang, dimana satu orang atas inisial W adalah pelaku otak perakit bom. Ini sudah kita amankan. Kemudian di Jakarta sendiri saat ini sudah kita amankan 5 dan di Bima 5 juga. Jadi total 23 orang,” ungkap Kapolri.

Kepolisian RI berjanji akan terus kembangkan dan mengusut kasusnya hingga tuntas. Hal itu untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. red