Betawipos, Depok – Jika menyebut nama Lie Sun Tek, asumsi kita mungkin langsung tertuju pada sosok berdarah Tionghoa. Memang benar. ia adalah putra Panji Wanayasa Jatijajar dari ibu seorang keturunan China. Beliau adalah cicit Panembahan Senopati dari Putri Pembayun yang dimakamkan di Kebayunan Tapos Depok.

Sosok yang juga bergelar Raden Syekh Santri Bethot ini didapuk sebagai Panglima Kerajaan Banten divisi Syekh Yusuf Makassar, pada 1685 silam. Divisi itu meliputi wilayah Cilangkap, Tapos, Depok. Lie Sun Tek juga masih bersaudara dengan Mbah Arif Maulana di Leles, Garut dan Syech Abdul Muhyi di Pamijahan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Betawipos mengutip, Konon Lie Sun Tek merupakan pengawal Ambo Mayangsari, keturunan Ki Kartaran atau Purwagalih keturunan Prabu Siliwangi. Ambo Mayangsari diperistri Pangeran Mahkota Banten, Pangeran Purbaya. Karena itulah, dalam pelariannya menghindari kejaran VOC Belanda tahun 1682 di palagan Kali Sunter – Cikeas, pengawalan Ambo Mayangsari dipercayakan pada sosok yang juga disebut sebagai Ki Kuning oleh masyarakat kala itu. Kerajaan Banten tentu punya alasan mempercayakan pengawalan istri pangeran kerajaan padanya karena kepiawaiannya dalam mengelola logistik dan perbendaharaan kerajaan.

Misi berat yang diemban Lie Sun Tek terus dilakukannya dengan bergerilya sepanjang wilayah Bogor, Depok hingga ke wilayah Sunter Jakarta. Nama Sunter pun diabadikan untuk mengenang kegigihan perjuangannya. Perjuangannya dalam mempertahankan aset Kerajaan Banten itulah, yang menyebabkan pasukan VOC melakukan penggalian besar-besaran sejumlah setu di Depok dan Bogor. Tujuannya untuk mencari harta karun Kerajaan Banten yang menurut laporan mata-mata Belanda, berpeti-peti telah ditenggelamkan ke dasar setu di Wilayah Tapos Depok dan sekitarnya.

Namun perlawanan Lie Sun Tek pun berakhir hingga dimakamkan di RT 03 RW 07 Cilangkap Tapos Depok, sekitar sumber mata air Kali Sunter yang mengalir hingga wilayah Jakarta Timur dan Utara (terkenal dengan Sunter Podomoro atau Danau Sunter di wilayah Ancol).

Masjid yang didirikan keturunan Lie Sun Tek alias Syekh Raden Santri Bethot di kawasan Glodok Jakarta Barat,

Begitu pentingnya jasa Lie Suntek ini membuat cucu beliau dari putrinya Fatimah Hwu yang bersuamikan Chan Tsin Hwa mendirikan masjid pertama bagi masyarakat peranakan China Muslim di Glodok, Jakarta Barat. Pendirian masjid itu dilaksanakan oleh Tuan Tschoa (Kapten Tamien Dosol Seeng ), cucu Lie Suntek. red (berbagai sumber)