Betawipos.com, TanjungRedep – Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau, menghentikan kasus penadahan dengan tersangka Bahar yang diduga menjadi penadah dalam pencurian Hand Phone (HP) dan sempat menjalani hukuman penjara selama Dua bulan, karena terbukti sebagai penadah sesuai Pasal 480 dalam Perkara pencurian sesuai pasal 363.

Bahar (53) merupakan warga Kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur, akhirnya bisa menghirup udara segar. Dikarenakan, kasus yang menimpa dirinya  dianggap sebagai penadah dari Kasus pencurian HP, dihentikan pihak Kejaksaan Berau, pada Selasa (1/9/2020).

Menurut Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Berau, Danang Leksono Wibowo, SH. MH.  pemberhentian kasus 480 ini, merupakan bentuk keadilan restoratif.

“Kemungkinan, ini yang pertama di Kaltim yang dilakukan oleh Kejaksaan Berau di dalam memberikan keadilan restoratif kepada pelaku yang sudah ditetapkan sebagai terdakwa,” ujar Danang kepada Betawipos Melalui Aplikasi Whats App (1/9) .

Danang menjelaskan, keadilan Restoratif adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan.

“Bahar ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti sebagai penadah yaitu membeli HP bekas curian. Dan unsurnya sudah masuk, akan tetapi, setelah dilakukan pendalaman dari kasus Pak Bahar ini, dia beli HP tersebut untuk anaknya sekolah dirumah secara On Line melalui Hp di masa Pandemi Covid-19 kemarin,” terangnya.

Melihat kasusnya, lanjut Danang, Kejari Berau terbuka dan mengajukan keadilan Restoratif ke Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltim dan disetujui.

“Karena, unsurnya masuk yaitu korban sudah memaafkan dan membuat perynyataan damai. Sedangkan pelaku, bukan residivis dan pidananya dibawah 5 tahun. Sehingga kita putuskan membebaskan Pak Bahar dari tahanan Rutan Tanjung Redeb,” tuturnya.

Bahkan, tambah Danang, pihak Kejari Berau secara patungan membelikan HP Baru buat anak Pak Bahar agar bisa tetap belajar secara online dimasa Pandemi seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, Bahar (53) mengungkapkan, sangat berterima kasih terhadap pihak Kejari Berau dengan ketulusan dan keiklasan yang dilakukan Kejari Berau yang telah memberikan keadilan dan membelikan hp baru terhadapnya.

“Saya hanyalah seorang buruh bangunan, untuk membeli HP kemarin yaitu di Bulan Juli 2020 pinjam uang Kepala Kampung sebagai ganti uang pekerjaan saya memasang batu di Kampung Birang,” ungkapnya.

Yang pasti, tambah Bahar, ini pelajaran penting bagi kita semua masyarakat Berau, untuk berhati-hati membeli barang terhadap orang yang baru dikenal, walaupun murah. Karena kita bisa dianggap sebagai penadah, pungkasnya.  (Acil).