Betawipos, Jakarta – Nama Habib Rizieq Shihab (HRS) digadang-gadang untuk turut berlaga di Pemilihan Presiden pada 2024 mendatang. Selain itu juga ada tokoh Islam lainnya, yang dijagokan menjadi sosok pemimpin masa depan.

Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi, Abdullah Hehamahua kepada Betawipos mengatakan, berdasarkan pengalaman partai-partai Islam sering menjadi penentu pada saat suksesi kepemimpinan. Sayangnya, partai-partai Islam selalu mengalami kendala pada saat akan mencalonkan tokoh mereka menjadi presiden.

“Setelah pemilu 2019 pengalaman pahit itu adalah ketika ijtima’ ulama dari 1 sampai 4 yang saya ikuti ke empat2nya ternyata umat Islam mengalami kendala ketika mau mencalonkan tokoh mereka sendiri yang dianggap itu calon terbaik untuk presiden,” ungkap Abdullah Hehamahua yang dihubungi via telepon, Jumat (16/04/2021).

Karena itulah, lanjut mantan Ketua Dewan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, partai-partai Islam akhirnya mempercayakan aspirasi Ijtima’ Ulama pada Prabowo Soebianto dan Sandiaga Uno karena tidak menemukan sosok yang bisa mempersatukan mereka. Alasan lainnya mencalonkan Prabowo-Sandi karena mereka terganjal ketentuan UU Partai dan UU Pilpres bahwa yang mencalonkan Presiden dan wakilnya harus parpol yang mempunyai suara minimal 20 persen, baik satu partai atau koalisi. Sayangnya, pilihan mereka pada Prabowo-Sandi justru tidak sesuai yang diharapkan.

“Sehingga pada waktu ijtima’ ulama itu terpaksa umat islam, ulama2 waktu itu mendukung Prabowo-Sandiaga. Nah pengalaman pahit sekarang ternyata juga mengkhianati aspirasi ijtima’ ulama,” kata Abdullah.

Alasan itu jugalah yang membuat dirinya sepakat untuk menghidupkan kembali Partai Masyumi. Dirinya berharap partai tersebut bisa menjadi alternatif yang bisa mempersatukan partai-partai Islam lainnya pada Pilpres 2024.

“Ya banyak. Ada UAS (Ustadz Abdul Shomad), ada AA Gym, ada HRS (Habib Rizieq Shihab), beberapa tokoh yang di pusat mungkin tidak terkenal tapi di bawah, di grassroot mereka itu cukup berakar,” paparnya.

Partai Masyumi sendiri, lanjut Abdullah, berharap masyarakat baik yang Islam maupun nonmuslim bisa bersama-sama membangun Indonesia mencapai tujuan kemerdekaan. Rencananya, Masyumi akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sekaligus soft launching di Jakarta pada Rabu (21/04/2021) mendatang.

“Partai Masyumi nanti diundang tanggal 21, rakernas dan soft launching di Hotel Balairung Matraman,” katanya.

Masyymi mentargetkan sebagai partai kader dan partai massa. Sebagai partai kader, Masyumi akan menjadi partai dakwah yang tugasnya menegakkan amar makruf nahi munkar baik internal maupun eksternal.

“Jadi ada pemilu maupun tidak ada pemilu, Masyumi tetap melaksanakan tugas amar makruf nahi munkar sebagai partai kader,” ujarnya.

Sementara sebagai partai massa, Masyumi bersama masyarakat baik yang Islam maupun nonmuslim bisa membangun indonesia mencapai tujuan kemerdekaan seperti yang dicita-citakan pada 1945.

“Baik di bidang pendidikan, hukum lapangan kerja, pembangunan desa, koperasi dll. Nah kalo misalnya program2 Masyumi ini jalan dan kemudian bisa membantu masyarakat katakanlah untuk menciptakan lapangan kerja, menuntaskan kemiskinan seperti itu mudah2an suara masyumi di 2024 bisa signifikan,” pungkasnya. Red