Betawipos, Jakarta – Direktur Utama PT. Hasta Mulya Putra, Ernawan Rachman Oktavianto, SE harus menjalani pemeriksaan Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, pada Senin (24/8/2020). Pemeriksaan itu terkait dugaan perkara tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Sidoarjo kepada PT. Hasta Mulya Putra (PT.HMP).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI, Hari Setiyono membenarkan jika Tersangka yang diminta keterangan yaitu Direktur Utama PT. Hasta Mulya Putra, Ernawan Rachman Oktavianto, SE.

“Bahwa penyidikan perkara tindak pidana korupsi pada PT. Bank Syariah Mandiri Sidoarjo ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sprint- 25/F.2/Fd.2/06/2020 tanggal Juni 2020 tentang Penyidikan Perkara Tindak Pidana Korupsi Dalam Pemberian Fasilitas Pembiayaan PT, Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Sidoarjo kepada PT. HMP,” ujar Hari pada Betawipos.

Hari menambahkan, Pemeriksaan Tersangka Ernawan Rachman Oktavianto, SE dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19.

“Dilaksanakan dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi Tersangka wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan,” pungkasnya.

Berdasarkan penelusuran, PT HMP terdaftar di Madiun Indonesia. Pendaftaran perseroan itu diterbitkan dalam Berita Negara pada 2013 dengan BN 72 TBN 90834. Alamat perusahaan yang terdaftar yakni berada di jalan Mayjen Sungkono Nomor 163 Madiun. (Acil)