Betawipos.com, Jakarta – Diduga telah melakukan penipuan terhadap Deepak Rupo Chugani sebesar Rp 4 milyar, berkas tersangka Abdullah Nizar Assegaf alias ANA telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari http://www.kejari-jakut.go.idKejaksaan Negeri Jakarta Utara. Namun kasusnya belum juga disidangkan, karena tersangka ANA hingga kini masih belum jelas dimana keberadaannya.

Oleh karena itu, seorang penyidik dari Polres Jakarta Utara menyatakan tersangka ANA sebagai Buronan, dengan menerbitkan Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) pada bulan September 2019 lalu. 

Karena sebelumnya, Kepala Seksi tindak pidana umum Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Satria Irawan SH MH, telah melayangkan surat kepada Kapolres Jakut berdasarkan berkas perkara No: B-959/M 1.11/Epp.1/07/2019 tanggal 31 Juli 2019.

Surat DPO

Terkait hal itu, pihak penyidik dari Polres Jakarta Utara mengakui bahwa pihaknya telah menerbitkan surat DPO atas nama Abdullah Nizar Assegaf alias ANA. Berdasarkan surat DPO itulah, kami juga masih mencarinya dan sudah menyebarkan surat DPO tersebut ke semua instansi terkait, di seluruh Indonesia.

“Benar kami telah menerbitkan surat DPO atas nama Abdullah Nizar Assegaf. Sampai saat ini kami juga masih mencarinya” kata salah seorang pentinggi polri yang tidak berkenan disebutkan namanya, kepada pewarta Betawipos di Polres Jakarta Utara pada, Senin (2/11).

Lebih lanjut dia mengatakan pihaknya dari kepolisian akan mengerahkan segala daya dan upaya untuk segera meringkusnya. Kendati demikian ia belum bisa menjelaskan secara terperinci perkembangan kasus tersebut, karena baru sepekan dia menjabat di Polres Jakut itu.

Sementara itu, menurut Kepala seksi bidang pidana umum (Kasi Pidum) Kejari Jakut, Satria Irawan SH MH, saat dikonfirmasi via Whatsapp menyatakan bahwa pihaknya selalu siap sedia menerima Tsk ANA. Kapanpun apabila penyidik Polres Jakut menyerahkan tsk ANa tersebut, beserta barang buktinya.

“Kami akan terima tersangka dan barang bukti untuk disidangkan jika penyidik polri menyerahkannya,” ucap Satria melalui sambungan telepon Whats App kepada wartawan, pada Senin (2/11).

Kendati demikian, beredar kabar bahwa Tsk ANA itu merupakan mantan warga binaan Rutan Madaeng Surabaya atau Residivis dan kabarnya dia sempat menjalani hukuman selama 8 hiingga 9 bulan penjara.   (Acil).