Betawipos, Jakarta – Tersangka kasus dugaan penipuan, Abdulah Nizar Assegaf (ANA), yang juga masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Jakarta Utara, akhirnya ditangkap dan ditahan penyidik Tipideksus Unit 3 TPPU Bareskrim Polri. Namun penangkapan CEO Anajico Group tersebut bukan terkait langsung kasus penipuan dengan saksi korban Deepak Rupo Chugani yang ditangani Polres Jakarta Utara.

Menurut Advokat Senior, Hartono Tanuwidjaja SH, MSi, MH, CBL, selaku kuasa hukum dari Deepak Rupo Chugani, penangkapan tersangka atau buronan ANA  terkait kasus dugaan pemalsuan, penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan saksi korban Pradip. Berdasarkan pengaduan Pradip ke Kepolisian, tersangka ANA terlibat dalam kasus pembebasan tanah seluas 120 hektare (ha) di Babelan Kabupaten Bekasi. 

“ANA yang pernah menjalani hukum terkait kasus penipuan pula di Rutan Madaeng, menjanjikan tanah seluas 120 ha kepada saksi korban. Namun tanah sepengki pun tidak diserahkan buronan dalam kasus penipuan lainnya itu kepada Pradip,” ujar Hartono kepada Betawipos, di kantornya, Jakarta Pusat, pada Rabu (9/12).

Padahal, lanjut Hartono, uang saksi korban telah diraup tersangka ANA tidak kurang dari Rp106 miliar. Pencidukan “tukang” tipu sana-sini ini berdasarkan informasi yang diperoleh terjadi pada 3 Desember 2020 di salah satu ruangan di gedung Graha Irama, Kuningan, Jakarta Selatan. 

“Tersangka dibekuk aparat Tipideksus Bareskrim Polri. Saya belum dapat informasi apakah itu hasil kerja sama aparat Polres Jakarta Utara atau sepenuhnya dikerjakan dikerjakan tim Tipideksus  belum bisa dipastikan,” tuturnya.

Hartono mengatakan terkait kasus yang menimpa kliennya yang dilakukan tersangka ANA, belum mengetahui apakah buronan yang sudah bertekuk lutut itu akan segera ditahapduakan (berkas berikut tersangkanya) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara yang selama ini menunggunya guna selanjutnya disidangkan di pengadilan negeri setempat (PN Jakarta Utara). 

“Masih harus diikuti bagaimana perkembangan selanjutnya,” katanya.

Humas Polres Jakarta Utara HM Sungkono yang berusaha dimintai tanggapan apakah betul buruannya telah ditangkap aparat Tipideksus Bareskrim Polri, Rabu (9/12/2020), juga tidak berhasil atau tak dapat memberi keterangan.

Seperti diketahui, tersangka Abdullah Nizar Assegaf dalam kasus dugaan penipuan dengan saksi korban Deepak Rupo Chugani ditaksir meraup uang pengusaha itu sebesar Rp4 miliar. ANA menjanjikan kepengurusan surat-surat tanah. Setelah uangnya diterima, surat-surat tidak diurus bahkan tanah itu sendiri tercatat atas nama orang lain. 

Kejaksaan Negeri Jakarta Utara sebelumnya telah menyatakan berkas perkara ANA telah lengkap dan siap disidangkan (P21) sebagaimana tampak pada berkas perkara nomor B-959/M 1.11/Epp.1/07/2019 tanggal 31 Juli 2019 yang ditandatangani Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Satria Irawan SH MH.

Mengenai penangkapan tersebut, Kepala Seksi Pidana Umum(Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Satria Irawan SH MH, mengatakan dengan itu penanganan kasusnya akan dapat segera dilaksanakan.  Pihaknya akan menerima tersangka ANA beserta barang bukti apabila penyidik Polres Jakarta Utara menyerahkannya.

“Kami akan terima tersangka dan barang bukti dari penyidik Polri untuk segera dilimpahkan kemudian disidangkan di PN Jakarta Utara,” tuturnya.   (Acil/SK).