Betawipos, Karo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo terus mendalami kasus dugaan tindak pidana Korupsi pengadaan Lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Dokan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Upaya itu dilakukan dengan menetapkan seorang tersangka berinisial CT, Jumat (28/8/2020).

Menurut Kepala Kejaksan Negeri (Kajari) Karo, Denny Achmad, ditetapkannya  CT menjadi tersangka tersebut setelah melalui proses pemeriksaan tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Karo, pada saat kasus tersebut terjadi, tersangka CT memiliki peranan yang cukup penting terkait kasus pengadaan lahan TPA di Desa Dokan, Kab Karo, menyangkut Tahun Anggaran 2016.

“Pada hari ini, tim penyidik Pidana Khusus Kejari Karo telah menetapkan status sebagai tersangka terhadap inisial CT, Kasus yang menjerat CT merupakan hasil pengembangan tim penyidik pidsus Kejari Karo terkait kasus dugaan tindan pidana korupsi pengadaan lahan TPA di Desa Dokan, Kab Karo, menyangkut Tahun Anggaran 2016,” ujar Denny kepada Betawipos melalui Aplikasi WhatsApp, Jumat (28/8).

Denny menjelaskan,  tersangka CT merupakan mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karo, saat kasus ini terjadi, keterlibatan CT pada kasus ini dikarenakan yang bersangkutan (CT) berperan sebagai Pengguna Anggaran, sehingga tersangka CT diduga Oknum yang memiliki kuasa untuk menggunakan anggaran.

“Yang bersangkutan berperan sebagai Pengguna Anggaran, Untuk kerugian negara yang menyangkut CT, sekitar 1,4 miliar rupiah,” terangnya.

Denny juga menjelaskan, sebelum ditetapkan menjadi tersangka,  pihak tim penyidik Pidsus Kejari Karo telah beberapa kali melakukan pemeriksaan terhadap CT sebelum ditetapkan statusnya menjadi tersangka.

“Dalam Kasus dugaan tindak pidana Korupsi dalam pengadaan Lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Dokan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, pihak Kejari Karo telah menetapkan 1 orang tersangka dengan inisial CT dan 2 orang terdakwa yang lagi menjalankan proses persidangan yaitu Baron Kaban dan Rusdianto,” pungkasnya. (Acil).