Betawipos, Jakarta – Buku putih yang berisi fakta-fakta atas kematian enam laskar Front Pembela Islam (FPI) dalam waktu dekat bakal segera dilaunching. Nantinya, buku putih tersebut bakal diedarkan bukan hanya di Indonesia, tapi hingga ke negara-negara lainnya.

Demikian dikatakan Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam laskar FPI, Abdullah Hehamahua kepada Betawipos, Senin (05/04/21). Menurutnya, buku putih tersebut bakal mengungkap fakta-fakta yang selama ini disembunyikan aparatur hukum kepada khalayak.

“Mudah-mudahan dalam 1 atau 2 hari ini sudah dilaunching. Nanti diumumkan tempat dimana dan jamnya,” kata Abdullah.

Mengenai maraknya kasus-kasus kekerasan dan terorisme yang terjadi akhir-akhir ini, menurut mantan pembina Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut, justru bukan mengalihkan isu publik untuk melupakan kasus kematian para suhada tersebut. Sebaliknya, aksi kekerasan dan teror-teror itu makin memperkuat asumsi masyarakat jika peristiwa-peristiwa tersebut sebagai settingan rezim penguasa. Namun dirinya kurang yakin jika data-data itu masih bisa dituangkan ke buku putih yang sebentar lagi bakal terbit.

“Itu memperkuat data-data permainan mereka, makin terbongkar. Belum lihat apakah itu masuk apa tidak dalam buku putihnya,” jelasnya.

Abdullah mengaku, tidak menemui kendala berarti pada saat pembuatan buku putih tersebut. Kendalanya, lanjut Abdullah, hanya sebatas kendala teknis penulisan saja. Karena dirinya dan anggota tim lainnya yang langsung menemui keluarga korban dan narasumber lainnya.

“Kendalanya merangkum saja dari satu ke satu. Mulai dari tahun 2017 sampai sekarang. Kita nggak terkendala dengan komunikasi narasumber. Masalahnya tinggal pada merangkai saja satu peristiwa dengan peristiwa yang lain. Karena saya dengan teman2 itu datang wawancara langsung ke rumah keluarga korban,” papar Abdullah.

Rencananya, buku setebal 200 halaman tersebut bakal disebarkan ke seluruh dunia, untuk menunjukkan fakta-fakta sebenarnya atas kasus kematian enam laskar FPI itu. Pasalnya, selama ini yang beredar di media massa masih terkesan buram dan banyak yang disembunyikan.

“Akan diberikan ke semua pihak, dalam dan luar negeri. Paling tidak kan media massa, online medsos. Kalau ke Presiden kan harus birokrasi lagi. Jadi kita langsung saja kan ke publik. Tapi itu juga akan kita sampaikan ke seluruh dunia, institusi, DPR, MPR, DPD, Kejaksaan Agung, Kepolisian, Istana dan pejabat terkait semua,” pungkas Abdullah Hehamahua.

Seperti diketahui, dalam pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo alias Jokowi, TP3 enam laskar FPI berjanji memberikan buku putih pada Presiden terkait berbagai bukti temuan mereka dalam kasus yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek Km 50. Buku putih tersebut, akan memperkuat dugaan bahwa penembakan enam laskar FPI itu masuk dalam kategori pelanggaran HAM berat. red