Betawipos, Lamongan – Tidak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 yang kini masih mendera hampir di seluruh bagian dunia, termasuk di Indonesia, telah menghantam hampir semua aspek dan bidang kehidupan. Salah satu dampak yang paling terasa adalah kondisi ekonomi global yang ikut memburuk.

Hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang terus menurun, menyusul banyaknya bidang usaha yang terpuruk, PHK besar-besaran, maraknya pengangguran, hingga kian melemahnya daya beli masyarakat. Dalam kondisi ekonomi yang kurang baik sekarang ini, tentu sangat dibutuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, khususnya terhadap saudara-saudara kita yang tidak mampu.

Di mata salah satu pengusaha sukses asal Surabaya, Yunus Nafik, situasi ini rupanya telah lama menggelitik batin dan hati nuraninya. Terlebih jika ia bertandang ke desa-desa di pelosok yang jauh dari perkotaan, Yunus mengaku hal tersebut akan terasa sekali.

Yunus menyebut banyak sekali warga di kampung-kampung atau pelosok yang hidup dalam keprihatinan. Corona memang tak hanya menelan banyak jiwa manusia, tetapi juga telah menggerus sendi-sendi kehidupan insani hingga ke kemana-mana.

Atas kondisi ini, Yunus Nafik rupanya tak mau tinggal diam. Sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat, ia dan kawan-kawan menggelar aksi solidaritas dan kepedulian terhadap sesama pada Sabtu, 17 April 2021, tepat di hari ke-5 Bulan Suci Ramadhan.

Dengan dukungan keluarga dan beberapa rekannya, Dirut PT Aquamarine Divindo Inspection ini menggelar programpemberian bantuan pangan berupa beras dan sejumlah uang kepada masyarakat desa Dukuh Tunggal, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Beras yang akan disalurkan tak tanggung-tanggung, yakni sebanyak 2 ton atau 400 sak, yang masing-masing sak-nya seberat 5 Kg. Tak hanya beras, Yunus juga menggelontorkan uang senilai 25 juta Rupiah untuk warga di sana.

Program penyaluran bantuan pangan untuk masyarakat di desa Dukuh, memang sengaja diambil Yunus, kaluarga dan sejumlah sahabatnya pada bulan Ramadan. Yunus meyakini, bersedekah di bulan suci tidak hanya sekadar membagi kebahagiaan kepada orang lain, tetapi lebih dari itu memiliki ganjaran yang sangat besar dari Allah SWT.

“Sedekah atau kegiatan berbagi ini sebenarnya sudah kami lakukan tidak hari ini saja, akan tetapi sudah sejak beberapa tahun lalu. Biasanya menjelang Hari Raya Qurban atau saat puasa Ramadan. Memang tidak seberapa besar, tetapi saya percaya amal soleh ini bisa sedikit meringankan beban kehidupan saudara-saudara kita yang dihimpit kesulitan hidup, “ ucap Yunus seperti dikutip Betawipos di sela-sela acara.

Yunus juga berharap aksi peduli ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.“Harapan kami tiada lain, semoga apa yang kami lakukan dapat bermanfaat bagi orang lain dan dapat meringankan beban saudara-saudara kita. Saya juga berharap program ini dapat menjadi contoh tauladan dan memotivasi teman-teman lain yang mampu, untuk menaruh kepedulian akan sesamanya. Apalagi di bulan Ramadan, bulan yang baik ini,” ungkap Yunus.

Tidak hanya Yunus yang berbahagia, acara yang dihelat di tengah-tengah masa puasa itu, juga membawa keceriaan para warga penerima bantuan. Sejumlah tokoh masyarakat, menyambut antusias kegiatan tersebut.

“Saya mewakili dari perangkat desa mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Haji Yunus Nafik sekeluarga yang telah peduli pada masyarakat Pedurungan, untuk meringankan beban hidup mereka. Kami berharap, aksi sosial ini bisa berlanjut terus, minimal 3 bulan sekali. Semoga Bapak Yunus dan keluarga diberi kesehatan jasmani rohani, kelancaran usaha dan sukses selalu, amin,” ujar Muchamad As’ad, tokoh masyarakat di Desa Dukuh Tunggal.

Sebelumnya, program sedekah atau kegiatan berbagi beras dan uang ini secara rutin juga sudah dilakukan Yunus Nafik dan keluarganya di desa yang sama, sejak bertahun-tahun lalu. Tahun ini kembali dilakukan, dengan harapan bisa memberi inspirasi positif bagi para kalangan mampu lainnya.

Seperti orang bijak bilang, memberi kepada sesama, terlebih pada kaum lemah, memang selalu saja membawa kebaikan, sekalipun hanya dengan sepotong roti.(Ist)